<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312</id><updated>2011-07-31T01:02:18.148-07:00</updated><category term='Green Business'/><category term='Kontan'/><category term='From Founder'/><category term='Entrepreneur Value'/><category term='Entrepreneur'/><title type='text'>Project Indonesia Young Entrepreneur</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-6684320471338396639</id><published>2011-04-14T06:37:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T06:40:23.072-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kontan'/><title type='text'>Menangkap laba dari bisnis wajanbolik</title><content type='html'>Kebutuhan akan akses internet membuka peluang usaha bagi banyak orang. Walau banyak provider yang menawarkan paket berlangganan internet, nyatanya tidak semua mampu menjangkau. Karena itu, wajanbolik bisa menjadi alternatif internetan murah meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses internet menjadi sesuatu yang penting bagi sebagian orang. Terlebih lagi, dengan booming situs jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter. Untuk bisa mendapatkan akses dunia maya, masyarakat bisa menggunakan pelbagai fasilitas, semisal modem, Wi-Fi, dan jaringan telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Booming internet inilah yang membuat Putra Wawan tertarik memproduksi wajanbolik pada 2009 lalu bersama temannya. Ia melihat pembuatan wajanbolik bisa menjadi peluang usaha yang kreatif, apalagi bahan baku yang diperlukan untuk pembuatannya cukup mudah dan murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajanbolik adalah alat penguat sinyal wireless agar koneksi internet bisa lebih kencang lagi. "Meskipun terbuat dari bahan yang sederhana, fungsinya cukup efektif," kata Wawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajanbolik ciptaan Wawan bekerja pada frekuensi sampai dengan 2,4 Giga Hertz (Ghz). Jangkauan alat ini juga cukup luas bisa mencapai 5 kilometer. "Murah, jangkauan luas dan pemasangan sangat mudah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggunakannya, wajanbolik cukup dicolokkan ke port USB komputer atau laptop. Bahkan, menurut Wawan, wajanbolik lebih unggul dibandingkan dengan modem. Sebab, sistem jaringan wireless LAN dengan wajanbolik membuat akses internet lebih cepat ketimbang modem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan lainnya adalah alat ini bisa dipakai oleh beberapa personal computer (PC) sekaligus. "Kuncinya terletak pada PC yang akan ditunjuk sebagai server. Harus ada satu port LAN atau LAN card," imbuh dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CPU atau laptop terkini, biasanya sudah memenuhi spesifikasi tersebut. Kalau pun tidak ada, cukup menambah LAN internal yang harganya rata-rata Rp 60.000 per unit. Selain itu, perlu juga disediakan satu LAN switch dengan jumlah port yang mencukupi, agar wajanbolik bisa digunakan lebih dari satu PC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan konsumen, Wawan juga menyediakan panduan pemasangan berbentuk compact disc (CD). "Buku panduan pemasangan juga ada," katanya. Agar bisa menjangkau daerah yang luas, wajanbolik harus dipasang sesuai tipe lokasi, seperti dengan meletakkan alat ini di tempat yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna wajanbolic tidak perlu cemas dengan kondisi cuaca. Sebab, hujan atau angin kencang tidak akan mengganggu koneksi internet. Perangkat elektronik dan USB diletakkan di dalam frame sehingga tersembunyi dan terlindung dari air dan angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan statusnya yang masih mahasiswa, Wawan mengaku cukup mendapatkan banyak penghasilan dari bisnisnya ini. Apalagi permintaan wajanbolic selalu meningkat. Dengan mengandalkan situs www.wajanbolik.com, Wawan berhasil mendapat pesanan sampai 20 unit dari seluruh Indonesia setiap minggunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan harga mulai Rp 250.000 hingga Rp 350.000, dia mampu meraih omzet Rp 6 juta seminggu. Tak hanya datang dari perseorangan, Wawan juga menerima banyak pesanan dari instansi-instansi pemerintahan, perumahan, hingga institusi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutedy juga memproduksi wajanbolic. Ia bersama tiga kawannya, selain mengandalkan pesanan dari warga di kawasan perumahan Galuh Mas, Karawang, Jawa Barat, juga dari daerah lain. Dari perumahan ini, ia minimal mendapat pesanan 5 unit setiap bulan. Sedangkan, permintaan dari luar warga perumahan bisa mencapai 8 hingga 15 unit per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutedy membanderol wajanbolic bikinannya seharga Rp 240.000 per unit. "Pesanan datang dari Tangerang, Sulawesi, dan Kalimantan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat produk ini, Sutedy memakai wajan berdiameter 14 cm-15 cm. Semakin besar diameter wajan, semakin bagus frekuensi yang ditangkap. Batasan sinyal yang boleh ditangkap wajanbolic adalah 2.4 GHz. Frekuensi tersebut sangat rendah sehingga tidak mengganggu frekuensi-frekuensi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain wajan, bahan lain yang dibutuhkan adalah pipa PVC, aluminium foil, dok pipa PVC, baut dan mur, serta USB wireless dan kabel. "Bisa juga dimodifikasi dengan radio resistor. Saya banyak belajar dari dunia maya," kata Sutedy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beraneka modifikasi bisa dilakukan untuk meningkatkan kekuatan sinyal yang mampu ditangkap. Sutedy menjelaskan, wajan jadi penampang resistor alternatif yang murah untuk menangkap sinyal Wi-Fi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar negeri ada pula perangkat semacam wajanbolik. Namun, teknologi yang dipakai menggunakan pElat panel berbentuk kotak. Harga pelat tersebut lebih mahal dibandingkan dengan wajan, bisa mencapai Rp 40.000 hingga Rp 60.000. Adapun wajan hanya Rp 18.000 sampai Rp 28.000 dan banyak dijual di pasar-pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menangkap sinyal Wi-Fi, wajanbolik juga bisa digunakan untuk modem. "Kebutuhan akses internet sangat besar, makanya permintaan produk ini meningkat," kata Sutedy. Produk ini, Sutedy menuturkan, memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lapisan ekonomi ke menengah bawah untuk mengakses internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun banyak operator telekomunikasi yang menawarkan paket internet, sering tidak terjangkau seluruh lapisan masyarakat. "Kami mencari solusi agar bisa dibuat perangkat dengan bujet murah, sehingga orang dengan mudah mengakses internet," papar Sutedy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku banyak belajar dari pakar teknologi informasi seperti Onno Widodo Purbo, yang memiliki pemikiran semua ilmu harus dibagi untuk seluruh golongan, termasuk masyarakat ekonomi bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1302678579/64780/Menangkap-laba-dari-bisnis-wajanbolik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-6684320471338396639?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/6684320471338396639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/04/menangkap-laba-dari-bisnis-wajanbolik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/6684320471338396639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/6684320471338396639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/04/menangkap-laba-dari-bisnis-wajanbolik.html' title='Menangkap laba dari bisnis wajanbolik'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-6599456004803957148</id><published>2011-04-07T06:28:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T06:31:29.940-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneur Value'/><title type='text'>Self Responsible</title><content type='html'>Bertanggung jawab terhadap diri sendiri merupakan syarat mutlak untuk menjadi seorang pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak gampang. Dimulai dari hal kecil, seperti misalnya bangun pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang merasa bahwa menjadi pengusaha itu sama dengan menjadi bos atau tukang perintah. Ini jelas salah kaprah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bila membayangkan bahwa memiliki usaha sendiri itu artinya tanggung jawab lebih ringan, atau usaha yang dilakukan lebih sedikit daripada menjadi karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru sebaliknya, menjadi pengusaha artinya usaha Anda harus 2x lipat lebih keras ketimbang Anda menjadi karyawan, karena Anda sendiri lah yang bertanggung jawab akan income Anda dan kelangsungan hidup perusahaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-6599456004803957148?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/6599456004803957148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/04/self-responsible.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/6599456004803957148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/6599456004803957148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/04/self-responsible.html' title='Self Responsible'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-3059518766621785225</id><published>2011-03-31T08:41:00.000-07:00</published><updated>2011-03-31T08:52:10.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneur Value'/><title type='text'>Being Creative</title><content type='html'>Apa sih rahasia para pengusaha? Kadang kita sering menemukan banyak pengusaha kawakan yang memulai usaha dengan modal dengkul, alias dengan modal Rp 0,-. Kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreatif adalah kuncinya. Bukan menjadi faktor yang paling utama dan satu-satunya, tapi menjadi kreatif adalah keahlian yang harus diasah setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin semua orang sudah bosan mendengar kata "kreatif" karena ujung-ujungnya banyak juga yang terpentok usahanya karena masalah permodalan yang minim atau seret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreatif ini justru harus diimbangi dengan kemampuan lainnya, misalnya finance, marketing dan juga dengan nilai2 lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama saja seperti anak sekolah, kreatifitas itu sangat penting dan seringkali modalnya hanya kertas dan crayon untuk menjadikan lukisan yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulailah berlatih untuk menjadi kreatif dari hal kecil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-3059518766621785225?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/3059518766621785225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/being-creative.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/3059518766621785225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/3059518766621785225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/being-creative.html' title='Being Creative'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-1758983528021104544</id><published>2011-03-15T21:01:00.001-07:00</published><updated>2011-03-15T21:01:57.241-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Business'/><title type='text'>Mengganti plastik dengan kulit jagung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-nKEN4-PU6Fc/TYA2KFb3y3I/AAAAAAAAAVY/3mHPUjfSr_M/s1600/mohamad%2Bfasiol.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nKEN4-PU6Fc/TYA2KFb3y3I/AAAAAAAAAVY/3mHPUjfSr_M/s200/mohamad%2Bfasiol.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584523084825086834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit jagung juga bisa menjadi bahan baku pengganti plastik. Mohamad Fasiol menggunakannya sebagai bahan baku dalam pembuatan gelas dan botol. Selain kualitasnya tak kalah dengan bahan plastik, gelas atau botol bekas itu bisa diserap tanah dan menjadi pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan gelas plastik terus meningkat dari tahun ke tahun. Maklum, banyak produk barang-barang konsumsi yang menggunakan plastik sebagai bungkusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja, setiap gerai dari jenis booth hingga restoran yang menyediakan minuman soda, teh, kopi, maupun sirup, memakai gelas plastik sebagai wadah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tanpa disadari, proses pembuatan gelas dari plastik ini bisa menghasilkan limbah berbahaya. Begitu juga sampah yang dihasilkan dari gelas plastik lantaran tak bisa didaur ulang tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal tahu saja, 10.000 gelas plastik berukuran 240 mililiter bisa membuat tumpukan sampah 2 m³-3 m³. Meski daur ulang plastik banyak dilakukan, tak semua sampah plastik itu bisa diolah kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohamad Faisol, pemilik Mitradata Plastic Packaging, produsen plastik di Surabaya, Jawa Timur, menyadari betul dampak negatif tersebut. Karena itulah, dia mencoba bahan baku alternatif pengganti plastik, yakni kulit jagung dan biji ketela. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, kedua bahan tersebut sangat cocok karena memiliki serat yang cukup kuat. "Sebenarnya banyak sekali bahan yang bisa dipakai, namun yang ekonomis dan tersedia dalam jumlah banyak adalah kulit jagung," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faisol mulai membuat gelas dari kulit jagung sejak tiga tahun silam. Namun, lanjutnya, peminat gelas dari kulit jagung masih minim. Maklum, harga gelas kulit jagung lebih mahal ketimbang gelas plastik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu gelas dari kulit jagung berukuran 10 gram berharga Rp 600, sedangkan bandrol gelas plastik hanya Rp 250. "Harga gelas kulit jagung belum bisa bersaing," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, meski Faisol sudah mencoba memasarkan ke berbagai pihak, respon konsumen masih minim. "Saya baru memasarkan 5.000 gelas," ujarnya. Artinya, dia hanya mendapatkan pemasukan sekitar Rp 3 juta dari gelas kulit jagung itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan gelas berbahan plastik. Sebagai produsen gelas plastik, dia bisa menjual sekitar satu juta gelas setiap bulan. Omzet dari penjualan gelas plastik tersebut mencapai Rp 250 juta setiap bulan. "Pembelinya 80% produsen minuman teh," kata Faisol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan tiga pekan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempromosikan gelas kulit jagungnya, Fasiol menyebarkan contoh ke sebagian besar produsen consumer goods. Mulai dari yang skala kecil hingga berskala multinasional. Bahkan, produk sampel itu tak hanya berupa gelas, tapi juga berbentuk botol. "Saya juga menawarkan dalam bentuk setengah jadi ke produsen boneka. Biar mereka mengolah sendiri," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas gelas maupun botol dari kulit jagung tidak kalah bagus dengan gelas yang terbuat dari plastik. Selain antibocor, penampilan gelas dari kulit jagung ini juga menawan. Karena, sisi luar gelas tetap bisa didesain atau dibubuhi merek-merek tertentu dengan cara di-print alias dicetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, proses pembuatan gelasnya membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar tiga pekan. Pasalnya, kulit jagung harus melalui beberapa tahapan proses. Mulai dari dihancurkan hingga menjadi biji kulit jagung yang sama seperti biji plastik. "Kalau sudah menjadi biji seperti biji plastik proses pembuatannya sama seperti gelas plastik," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya proses pembuatan yang mirip, mesin yang digunakan pun sama seperti mesin pembuat gelas plastik. Yang paling penting, ketika menjadi sampah, gelas dari kulit jagung bisa diserap tanah dan menjadi pupuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Faisol, di negara lain, terutama di negara maju, sebagian besar produsen consumer goods sudah beralih menggunakan kulit jagung sebagai pengganti plastik. Bahkan, lanjut dia, Taiwan sudah mulai menggunakan kulit jagung untuk membuat gelas plastik. "Gelas kulit jagung Taiwan sudah diekspor ke Amerika," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasiol berharap produsen consumer goods di negeri ini juga mulai mau menggunakan alternatif pengganti selain plastik. Semakin cepat, tentu akan kian baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1282793061/45477/Mengganti-plastik-dengan-kulit-jagung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-1758983528021104544?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/1758983528021104544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/mengganti-plastik-dengan-kulit-jagung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/1758983528021104544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/1758983528021104544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/mengganti-plastik-dengan-kulit-jagung.html' title='Mengganti plastik dengan kulit jagung'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nKEN4-PU6Fc/TYA2KFb3y3I/AAAAAAAAAVY/3mHPUjfSr_M/s72-c/mohamad%2Bfasiol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-5593163878175888960</id><published>2011-03-15T20:58:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T21:00:00.226-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Business'/><title type='text'>Elias mengubah Flores yang tandus jadi lahan pertanian jarak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-KZl0_zUkZuI/TYA1u4p-zEI/AAAAAAAAAVQ/VAax31bTTNw/s1600/elias%2Bmoning.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KZl0_zUkZuI/TYA1u4p-zEI/AAAAAAAAAVQ/VAax31bTTNw/s200/elias%2Bmoning.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584522617538137154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui tangan Elias Tona Moning sebagian wilayah di Flores Tengah yang terkenal tandus, berubah menjadi lahan pertanian jarak. Dengan menggandeng warga di sejumlah desa di Kabupaten Sika melalui sistem bagi hasil, doktor dari University of Massachusetts ini memproduksi minyak jarak untuk dijual ke perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flores selama ini terkenal sebagai daerah yang sangat kering dengan curah hujan yang sangat rendah. Khususnya di bagian tengah pulau tersebut, yang masuk Kabupaten Sika. Curah hujan di wilayah ini hanya 268 mm setahun. Tak heran, lahan di kawasan tersebut sangat sulit untuk ditanami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Elias Tana Moning mampu menggerakkan masyarakat sekitarnya untuk mengubah daerah tandus tersebut menjadi ladang jarak yang bisa mendongkrak taraf hidup penduduk di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1290154804/52753/Elias-mengubah-Flores-yang-tandus-jadi-lahan-pertanian-jarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman bernama latin Jathropa curcas ini memang mampu tumbuh dan bertahan di daerah tandus. "Apalagi, banyak lahan kosong di Flores yang pemanfaatannya belum optimal," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Outreach International Bioenergy, sejak 2007 lalu, Elias merangkul warga berbasis desa atau paroki gereja untuk memanfaatkan lahan mereka, dengan bercocok tanam jarak. "Sosialisasinya lumayan sulit, karena tanaman ini kurang familiar," ungkap dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama kali berminat menanam jarak adalah penduduk Desa Nawateu. Tapi, belakangan mereka membatalkannya setelah ada tawaran Program Gerakan Menanam Lahan yang datang satu bulan setelah program menanam jarak Elias. Maklum, program Kementerian Kehutanan itu cukup menggiurkan. Warga desa tidak cuma mendapatkan bibit pohon, tapi juga uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhirnya, Gerakan Menanam Lahan tak berjalan. Sebab, bibit diberikan pada saat yang tidak tepat, yakni pada musim kemarau. "Akibatnya, uang diambil oleh para petani, namun bibit dibiarkan begitu saja, tidak ditanam," ungkap Elias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung, penduduk Desa Done kemudian merespon tawaran Elias, yang diikuti warga dari dua desa lainnya. Elias memberikan bibit jarak dan pupuk secara cuma-cuma alias gratis. Tidak cuma itu, ia juga memberikan bimbingan tentang cara menanam jarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit jarak di tanam di lahan milik pemerintah yang diberikan hak gunanya kepada warga desa, lahan adat milik bangsawan dengan pemberian upeti sebagai balas jasa atas hak guna, dan lahan milik pribadi. "Kami memberikan bagi hasil sebesar 10% dari keuntungan untuk petani, sesuai dengan luas lahannya," ujar Elias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Elias, minyak jarak yang berasal dari biji jarak kering dapat dimanfaatkan sebagai bioenergi. "Terutama untuk bahan bakar mesin diesel sebagai pengganti solar," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap 4 kg biji jarak kering dapat menghasilkan 1 liter minyak jarak. Harga biji jarak kering sebesar Rp 1.500 per kg. Berarti 1 liter minyak jarak dibanderol dengan harga Rp 6.000. "Kendala memasarkan minyak jarak adalah harganya yang masih lebih mahal dibandingkan dengan solar bersubsidi yang Rp 4.500 seliter," kata Elias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, minyak jarak lebih ramah lingkungan. Untuk penggunaannya, minyak jarak dicampur etanol dengan komposisi 90:10, agar tidak terlalu kental. "Minyak jarak berfungsi sebagai sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan karena bebas sulfur," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perusahaan pelat merah, seperti PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pertamina sudah menggunakan energi alternatif ini. "Perusahaan-perusahaan tersebut membeli minyak jarak seharga Rp 6.500 per liter dari saya," kata Elias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, ia juga berencana mengekspor minyak jarak produksinya. Namun, "Kebanyakan perusahaan asing hanya mau membeli dengan harga Rp 4.000 per liter. Terpaksa saya tolak," ujar Elias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, Elias bakal memanfaatkan minyak jarak sebagai bahan campuran bahan bakar pesawat atawa avtur, dengan perbandingan 50:50. Pasalnya, "Air New Zealand sudah menerapkan bahan bakar ini," kata penulis buku Reinventing Indigenous Knowledge – The Indonesian Integrated Pest Management Farmers Experiences from Traditional to Eco-Agriculture ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam jangka pendek, Elias akan mengembangkan komoditas lain. Bila tak ada aral melintang, akhir bulan ini, ia akan membudidayakan lebah madu dan menanam jati emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebah madu juga berfungsi sebagai penyerbuk (polinasi) untuk meningkatkan produktivitas buah jarak dan mengurangi kerontokan bunga. "Diharapkan komoditas baru ini akan lebih meningkatkan pendapatan para petani," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petani yang kini menjadi mitranya, dulu hanya menanam tanaman pangan, seperti jagung, ketela, ubi, dan kacang-kacangan, untuk konsumsi pribadi alias berpenghasilan nol. Kini, dengan program penanaman jarak dan jati emas ditambah budidaya lebah madu, petani di Kabupaten Sika, Nusa Tenggara Timur, memperoleh keuntungan lebih besar lagi. "Proyeksi keuntungan bersih untuk tiap petani per bulannya mencapai Rp 1,2 juta setiap satu hektare lahan," kata Elias yang bergelar doktor dari University of Massachusetts, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga berencana membudidayakan tanaman akar wangi di Flores. Tanaman ini juga berfungsi sebagai penahan air. Adapun minyaknya dapat diolah menjadi minyak atsiri. Harga per kilogramnya bisa US$ 350. "Akan saya realisasikan tahun depan," ujar pria berdarah Flores-Betawai ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-5593163878175888960?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/5593163878175888960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/elias-mengubah-flores-yang-tandus-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/5593163878175888960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/5593163878175888960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/elias-mengubah-flores-yang-tandus-jadi.html' title='Elias mengubah Flores yang tandus jadi lahan pertanian jarak'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-KZl0_zUkZuI/TYA1u4p-zEI/AAAAAAAAAVQ/VAax31bTTNw/s72-c/elias%2Bmoning.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-5195109722068281139</id><published>2011-03-15T20:57:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T20:58:49.002-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneur'/><title type='text'>Yuri membudidayakan landak laut bersama nelayan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-d1JkNaIoU0U/TYA1ZEbMeaI/AAAAAAAAAVI/LC2Y0XbBHrQ/s1600/yuri%2Bpratama.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-d1JkNaIoU0U/TYA1ZEbMeaI/AAAAAAAAAVI/LC2Y0XbBHrQ/s200/yuri%2Bpratama.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584522242740222370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di tangan Yuri Pratama, landak laut yang biasanya menjadi "sampah" di perairan luas, justru menjadi komoditas dagang yang bernilai tinggi. Bersama nelayan Pulau Tidung, ia mendirikan Koperasi Urchindonesia yang fokus membudidayakan landak laut untuk diambil telurnya. Lalu, dipasarkan ke sejumlah restoran Jepang, supermarket, dan perusahaan farmasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sea Urchin atau populer dengan sebutan landak laut atau bulu babi, adalah binatang laut yang 95% tubuhnya terdiri dari duri-duri. Landak laut bisa ditemui di banyak pantai di Indonesia. Bagi yang belum pernah melihat landak laut, spesies ini berbentuk bulat dengan duri berkelir hitam setinggi 3 centimeter (cm) hingga 10 cm ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landak laut menjadi musuh manusia. Sebab, duri landak laut mengandung racun sehingga cukup berbahaya kalau menancap di tubuh kita. Makanya, nelayan Bali, misalnya, secara rutin membersihkan landak laut yang senang bermukim di sekitar pantai. Kemudian, dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak semua orang menganggap landak laut sebagai musuh. Setidaknya, bagi Yuri Pratama. Pria berusia 26 tahun ini justru membudidayakan landak laut. Di mata Yuri, landak laut memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. "Landak laut dapat digolongkan sebagai zero waste product, karena hampir semua bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk bermanfaat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, telur landak laut yang dapat langsung dikonsumsi. Cangkangnya, bisa dijadikan sebagai bahan baku kerajinan tangan atau diolah menjadi tepung untuk bahan pakan ternak. Adapun usus landak laut, dapat disulap menjadi pupuk organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuri mulai membudidayakan landak laut untuk diambil telurnya pada pertengahan 2009 lalu di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Ia tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng para nelayan setempat. "Sejak awal, niat saya memang memberdayakan nelayan agar mereka punya penghasilan tambahan," ungkap Yuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewadahi kegiatan budidaya landak laut itu, Yuri mendirikan Koperasi Urchindonesia. Saat itu, baru 12 nelayan Pulau Tidung yang bergabung. Sebenarnya, jumlah pencari ikan di pulau tersebut lebih dari 37 orang. Tapi, kebanyakan nelayan masih ogah terlibat lantaran waktu itu belum ada bukti bahwa budidaya landak laut bisa menghasilkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuri dan 12 nelayan yang tergabung dalam Koperasi Urchindonesia kemudian membuktikannya, dengan menghasilkan 85 kilogram (kg) telur landak laut dalam sekali panen. Telur itu lalu dipasarkan ke sejumlah restoran Jepang, supermarket, dan perusahaan farmasi yang ada di Semarang. Biasanya, telur landak laut dibuat suplemen untuk menambah vitalitas pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kilogram telur landak laut dijual dengan harga bervariasi. Ke restoran Jepang, Yuri melego telur landak laut seharga Rp 180.000 per kg. Harga jual ke supermarket lebih tinggi lagi, yakni Rp 200.000 per kg. Adapun, kalau dijual ke perusahaan farmasi, hanya laku Rp 150.000 per kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dihitung rata-rata, penjualan telur hasil budidaya Yuri dan para nelayan, bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp 16 juta sekali panen. "Sekarang ini, baru telurnya saja yang kami manfaatkan," katanya.&lt;br /&gt;Saat ini, Yuri bilang, budidaya landak laut masih tahap pengembangan. Sebab, masih kerap terjadi kesalahan dalam budidaya tersebut. Makanya, hasil telur yang dipanen belum maksimal. Untuk itu, Yuri tengah melakukan pembenahan budidaya landak laut bersama para nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia berencana mendirikan fasilitas pembenihan landak laut. Maklum, selama ini, Yuri mendapatkan benih hewan ini dari laut. Memang, ketersediaan landak laut masih sangat melimpah. Cuma, jika terus diambil, bisa merusak ekosistem di laut. Soalnya, kendati landak laut tergolong sampah laut, tetapi keberadaannya cukup berperan bagi terumbu karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya fasilitas pembenihan, Yuri berharap masa panen telur landak laut tidak perlu lagi menunggu waktu terlalu lama. Pasalnya, saat ini, masa panen landak laut masih membutuhkan tempo sekitar enam bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, Yuri akan mendirikan fasilitas pembenihan dengan kapasitas 1.000 ekor yang menelan dana sekitar Rp 20 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuri berharap, setelah fasilitas pembenihan tersedia berdiri, kapasitas produksi telur landak laut bisa meningkat. Dengan begitu, keinginannya untuk dapat mengekspor telur landak laut bisa tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yuri, pasar ekspor telur landak laut cukup menggiurkan. Di sejumlah negara Asia Tenggara, telur landak laut bisa laku hingga US$ 30 per kg. Bahkan, di pasar Jepang, harganya berkali-kali lipat, menjadi US$ 300-US$ 400 per kg. "Di sana telur landak laut sudah menjadi makanan khas. Bahkan di Filipina, sudah menjadi makanan kaleng seperti sarden," ujar alumni Universitas Indonesia jurusan Sosial Politik yang baru lulus pada 2007 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memasarkan telur landak laut, Yuri langsung menjualnya ke pembeli akhir, sehingga para nelayan bisa mendapatkan hasil jual yang maksimal. Selama ini, para nelayan selalu mendapatkan margin kecil dari setiap hasil jual tangkapannya di laut. Itu karena mereka menjual ikannya kepada para pengepul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, "Saya ingin memutus rantai distribusi seperti itu. Kami menjual langsung ke pembeli akhir, sehingga nelayan bisa meraih nilai jual maksimal. Begitu juga nanti kalau ekspor," kata Yuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan Yuri lainnya, suatu saat budidaya landak laut di Pulau Tidung bisa dikembangkan ke daerah lainnya di Indonesia. Juga dengan model usaha yang sama, yaitu memberdayakan nelayan setempat. Sehingga nelayan memiliki tambahan sumber penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1288940163/51605/Yuri-membudidayakan-landak-laut-bersama-nelayan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-5195109722068281139?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/5195109722068281139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/yuri-membudidayakan-landak-laut-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/5195109722068281139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/5195109722068281139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/yuri-membudidayakan-landak-laut-bersama.html' title='Yuri membudidayakan landak laut bersama nelayan'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-d1JkNaIoU0U/TYA1ZEbMeaI/AAAAAAAAAVI/LC2Y0XbBHrQ/s72-c/yuri%2Bpratama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-860496585922002015</id><published>2011-03-15T20:52:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T20:53:52.822-07:00</updated><title type='text'>Juananda, anak profesor yang sukses berbisnis alas laptop</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-t_blLKeHohk/TYA0S1kKT5I/AAAAAAAAAVA/EcwNbPo8og8/s1600/juananda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-t_blLKeHohk/TYA0S1kKT5I/AAAAAAAAAVA/EcwNbPo8og8/s200/juananda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584521036160454546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide kreatif dan jeli melihat peluang menjadi kunci sukses Juananda Sutan Assin mengembangkan bisnis bantalan laptop yang ia beri merek lapTopper. Produknya yang unik dan inovatif mampu menghasilkan omzet lebih dari &lt;br /&gt;Rp 200 juta sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses tak bisa dicapai hanya dengan jeli melihat peluang pasar. Kreatif dan inovatif menemukan hal baru yang sesuai dengan arah minat pasar di masa juga sangat penting. Juananda Sutan Assin atau biasa dipanggil Nana sudah membuktikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak empat tahun silam, perempuan kelahiran 11 Agustus 1960 ini sudah bisa memprediksi bahwa penggunaan laptop akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Atas dasar prediksi tren itu, Nana menuangkan ide untuk membuat bantalan laptop yang kini dikenal dengan merek lapTopper. Kebutuhan produk ini terus meningkat seiring pertumbuhan penjualan komputer jinjing atawa notebook. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang tahu, ide Nana membuat bantalan laptop itu bermula dari anaknya. Si anak kerap memangku laptop di atas paha. Ia sendiri selalu memangku laptop dengan alas buku jika berada di tempat tidur. “Saya berpikir untuk menciptakan alas laptop yang trendi dan nyaman,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2007, melalui bendera PT Juara Radya Kencana, Nana mulai mencoba membuat bantalan untuk alas laptop. Idenya, ia ingin membuat bantal penahan supaya laptop bisa kita pangku dengan nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal tabungan sebanyak Rp 20 juta, Nana mulai membangun usaha alas laptop yang kemudian dinamai lapTopper. Saat ini, lapTopper lazim digunakan oleh beragam kalangan sebagai alas laptop. Bentuknya yang trendi membuat lapTopper banyak diminati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dijual di pasar lokal, kini, putri almarhum Profesor Sutan Assin, guru besar endokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ini juga mengekspor produknya ke Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Swedia, Prancis, Spanyol, dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir dalam keluarga yang mengutamakan pendidikan, Nana terbiasa belajar dan bekerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Di tahun 1976 hingga 1979, ia dan saudara kembarnya, Lilian Sutan Assin, menempuh pendidikan SMA di Belgia. Selulus SMA, ia hijrah ke Amerika Serikat, berkuliah di jurusan akuntansi Connecticut State University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, istri Ramelan Kosasih ini sangat menyukai hal-hal yang berkait dengan matematika. Ia juga menyukai dunia desain interior. Sayang, ketika hendak memilih jurusan ini, ia harus kecewa lantaran tak ada matematika dalam mata kuliahnya. Ia lantas memilih akuntansi sebagai jurusan kuliah utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulus kuliah di tahun 1984, Nana bekerja sebagai konsultan di PriceWaterhouse Coopers (PwC). Ia bertahan selama tiga tahun sebelum menjajal karier barunya di dunia perbankan. Ia bertahan hingga lima tahun sebelum membeli waralaba di bisnis food and beverages di Waterbom, Bali. Sayang, bisnisnya hanya bertahan lima tahun, sampai kontrak selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di 2007, ketika bisnisnya meredup, Nana mulai melihat peluang berbisnis alas laptop. Ia lantas memutar modal. Ibu tiga anak ini menggunakan modal Rp 20 juta untuk membeli mesin jahit. Selanjutnya, ia merekrut dua tukang jahit untuk mengerjakan desain bantalan. Sisa uang ia pakai buat membeli material seperti kayu, busa, dan kain pelapis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk yang menarik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide produk alas laptop ini sebenarnya tidak murni dari Nana. Ia pernah melihat alas laptop serupa ketika berkuliah di Amerika Serikat (AS). Hanya, bantalan laptop yang ia lihat tersebut menggunakan bahan baku plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nana lantas mencoba berinovasi dengan menggunakan butiran styrofoam sebagai isian bantal alas laptopnya. Awalnya tidak mudah. Ia harus mencoba dengan pelbagai desain sampai tiga bulan lamanya. “Saya bolak-balik mengubah desain lebih dari 10 kali,” akunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah yakin dengan desain terbaiknya, Nana membawa 50 lapTopper untuk dipamerkan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Dari sini, pesanan mulai berdatangan. Ia tak menyangka, animo masyarakat sangat tinggi. Nana sempat kewalahan memenuhi permintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasar, lapTopper sangat mudah dikenali lantaran bahan katunnya berkualitas bagus. Bentuknya juga unik lantaran menyerupai huruf U yang pas ditaruh di pinggang. Bentuk dan motif kayunya macam-macam, malah ada kipas yang membantu sirkulasi udara laptop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, lapTopper tersedia dalam tiga ukuran yakni S (40 cm x 30 cm) yang dijual seharga Rp 195.000, ukuran M (40 cm x 50 cm) dengan harga Rp 235.000, dan ukuran L (40 cm x 60 cm) yang dijual dengan harga Rp 285.000 per unit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk ini bisa dijumpai di gerai-gerai penjual laptop seperti eStore Apple, EMAX, Office2000. LapTopper juga mempunyai reseller di Malaysia, Brunei, dan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Nana mampu memproduksi hampir 2.000 unit lapTopper tiap bulan. Omzet usahanya mencapai lebih dari Rp 200 juta per bulan. Melihat harga laptop yang sudah mencapai Rp 4 jutaan per unit, Nana yakin, aksesori laptop seperti produknya akan tetap diminati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1294806016/56223/Juananda-anak-profesor-yang-sukses-berbisnis-alas-laptop&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-860496585922002015?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/860496585922002015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/juananda-anak-profesor-yang-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/860496585922002015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/860496585922002015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/juananda-anak-profesor-yang-sukses.html' title='Juananda, anak profesor yang sukses berbisnis alas laptop'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-t_blLKeHohk/TYA0S1kKT5I/AAAAAAAAAVA/EcwNbPo8og8/s72-c/juananda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-488676276957772608</id><published>2011-03-15T20:42:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T20:48:12.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneur'/><title type='text'>Midin Muhidin, juragan lintah beromzet jutaan rupiah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-uCGgXFzC5Ws/TYAy6wEPZmI/AAAAAAAAAU4/iGS68GAkApk/s1600/Midin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-uCGgXFzC5Ws/TYAy6wEPZmI/AAAAAAAAAU4/iGS68GAkApk/s200/Midin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584519522855904866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjijikkan tapi menguntungkan. Begitulah slogan Midin Muhidin, pengusaha dari Depok, Jawa Barat, dalam mengibarkan usaha lintahnya. Di tangannya, binatang pengisap darah ini justru membawa berkah dan rezeki. Baru setahun lebih usahanya berjalan, ia sudah bisa mengantongi omzet hingga Rp 120 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memulai bisnis lintah, Midin Muhidin adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan perakitan pompa minyak dan gas dengan jabatan documen controller and HSE safety. Bosan menyandang status karyawan kantoran dengan rutinitas jam kantor dan penghasilan pas-pasan selama tujuh tahun, ia pun memutuskan untuk berwiraswasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midin lantas meninggalkan pekerjaannya. "Dengan jam kerja yang fleksibel, membuat saya punya lebih banyak waktu luang bagi diri sendiri," kata Midin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran 15 Juli 1972 ini kemudian berburu informasi mengenai komoditas yang paling menguntungkan untuk dibudidayakan. Sampai suatu ketika, Midin melihat peluang usaha lintah secara kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, saat itu, dia mengantarkan orang tua angkatnya yang sakit stroke stadium tiga untuk terapi lintah di Depok. "Ajaib, setelah dua kali terapi, orang tua saya menunjukkan perubahan yang signifikan, hampir sembuh total dan bisa berjalan lagi," ujar Midin. Sejak itu, ia mulai yakin khasiat terapi lintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil ngobrol sana-sini dengan banyak terapis lintah, ternyata mereka selama ini kesulitan mencari binatang penyedot darah itu karena pemasoknya masih jarang. Apalagi yang membudidayakan sendiri. "Saya pikir, ini peluang bisnis yang sangat bagus," kata Midin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Midin memulai usaha pada September 2009 dengan modal Rp 10 juta. Ia memakai dana ini untuk biaya renovasi lahan dan pembelian 500 indukan lintah seharga Rp 1,5 juta. Dia pun membangun badan usaha CV Enha Farm untuk peternakan lintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung, lahan budidaya lintah yang ia pakai seluas kurang dari satu hektare di daerah Limo, Depok milik saudaranya. Jadi, Midin tidak perlu membayar sewa. "Saya hanya menumpang lahan," ungkap dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di awal-awal usaha, teman-temannya banyak meragukan keberhasilan budidaya lintah. "Bisnis lintah saat itu masih tergolong asing dan terapi lintah ketika itu juga belum banyak yang tahu," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, Midin jalan terus sambil mempelajari manfaat lintah sebagai alat terapi dari bermacam referensi secara otodidak. Hasilnya, terapi lintah ternyata sudah sangat populer dalam dunia kedokteran di pelbagai negara, seperti Rusia, China, Jerman, dan Prancis. Bahkan, menurutnya, bangsa Mesir kuno sudah mempraktekkan pengobatan alami ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi lintah untuk mengisap darah kotor yang ada di dalam tubuh manusia. Itu sebabnya, terapi lintah bisa mengobati bermacam penyakit termasuk diabetes dan stroke. Saat lintah menyedot darah kotor, binatang tersebut juga melepas zat hirudinnya yang berfungsi sebagai antikoagulan yang dapat mencegah penggumpalan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tak sembarang lintah bisa dipakai untuk terapi. Hanya lintah jenis Hirudo medicinalis atau Hirudo spinalis yang bisa digunakan sebagai sarana terapi. Di Indonesia, lintah ini dikenal dengan nama lintah kerbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lintah kerbau hanya hidup di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Makanya, negara-negara Barat selalu mencari lintah kerbau ke tiga negara tersebut dengan jumlah permintaan yang tinggi. "Thailand dan Malaysia sudah lebih dulu mengekspor lintah," tutur Midin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Midin, budidaya lintah cukup mudah lantaran tidak membutuhkan lahan yang luas. Biaya budidaya pun sangat murah. Ia bisa menampung sekitar 1.000 ekor lintah dalam satu bak berukuran 2x3 meter hanya dengan memberi pompa oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air diganti setiap dua pekan sekali. Risiko paling besar hanya polutan seperti asap rokok yang mampu menimbulkan risiko kematian si lintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan lintah antara lain belut hidup. Lintah menghisap darah belut saban dua pekan. Perhitungannya, 20.000 lintah butuh 4 kilogram belut yang harga sekilonya Rp 52.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiakan hewan hermaprodit ini gampang saja, karena cepat berkembang biak. Alhasil, dua bulan pertama mengawali usaha, Midin sudah mendapatkan banyak lintah. Panen pertama, dia meraih omzet Rp 50 juta. Kini, dia meraup omzet sekitar Rp 120 juta setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma menembus pasar lintah lokal, sejak awal 2010 Midin Muhidin sudah mengekspor lintah kering ke beberapa negara. Kebanyakan, ekspor ini hanya berupa sampel karena Midin belum mampu memenuhi kapasitas yang diinginkan pembeli. Ia pun memutuskan hanya memasok ke satu pembeli secara kontinyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan lintah untuk terapi memang sangat banyak. Di bulan ketiga, Midin Muhidin sudah mencetak omzet hingga Rp 75 juta. Sebulan kemudian, penjualannya mencapai Rp 100 juta. Di awal tahun 2010, CV Enha Farm sudah mencatat penjualan lintah Rp 120 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjual 10.000 lintah per pekan untuk terapi dengan harga Rp 3.000 per ekor. Dari total penjualan Rp 120 juta sebulan, Midin mengantongi keuntungan hingga separuhnya, Rp 60 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan yang diraihnya dalam waktu sekejap membuat banyak orang terinspirasi mengikuti jejaknya. Kini, bermunculan pembudidaya hewan pengisap darah ini. Namun, Midin tak menganggapnya sebagai saingan. "Saya yakin setiap pembudidaya sudah memiliki jaringan masing-masing," ujar pria 39 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, ia yakin pasar untuk lintah dan berbagai produk turunannya masih terbuka lebar. "Pasokan dari pembudidaya masih belum cukup memenuhi permintaan," ujar Midin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midin sudah memasok lintah ini untuk banyak terapis di seluruh Indonesia. Para terapis sendiri lebih gampang mendapat pasokan. Sebelum Midin memasok secara rutin, para terapis ini harus mencari lintah dari alam. "Lintah-lintah itu harus dikarantina dulu supaya lebih higienis untuk terapi," kata Midin. Sementara lintah-lintah dari Enha Farm lebih terjaga kebersihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midin mempromosikan usahanya ke pasar ekspor melalui situs lintahindonesia.com. Dari situs inilah beberapa permintaan lintah kering masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun 2010, Midin pun sudah mengekspor lintah kering ke berbagai negara sambil memasok lintah untuk terapis lokal. Dalam sepekan, Midin menjual 10.000 lintah berumur delapan bulan hingga lima tahun ke terapis lokal. Selain itu, Midin pun menjalin kerjasama dengan produsen minyak lintah lokal. Kini, kerjasama dengan pengolah minyak lintah ini sudah berjalan dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midin pun pernah mengirim 50 kilogram lintah kering untuk bahan baku kosmetik ke China. Lintah-lintah kering ini akan diolah kembali menjadi tepung. Puas dengan lintah-lintah kering yang dikirim Midin, pembeli dari China ini menginginkan pasokan kontinyu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midin pun mendapat pesanan satu ton lintah kering per bulan dengan masa kontrak dua tahun. "Tapi terpaksa saya tolak karena tidak ada stok," kata Midin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, lintah-lintah yang berasal dari Indonesia termasuk lintah kelas mahal dan berkualitas. Kondisi lembab dan curah hujan yang cukup stabil membuat lintah betah tinggal di Indonesia. Lintah tumbuh baik pada wilayah beriklim tropis dengan kelembapan 30%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keterbatasan kapasitas produksi itulah kini Midin hanya mengekspor rutin ke Korea Selatan 500 kilogram lintah kering tiap bulan. Untuk mendapatkan 500 kilogram lintah kering, Midin harus menyediakan 2,5 juta lintah basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengeringan lintah ini cukup sederhana. Midin hanya perlu menjemur lintah yang minimal berusia enam bulan di bawah terik matahari. Penjemuran ini memakan waktu sehari hingga kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midin bilang, harga lintah kering di pasar internasional berkisar antara US$ 250 hingga US$ 400 per kilogram. Jadi, sebulan Midin bisa mencetak pendapatan ekspor lintah kering ini hingga &lt;br /&gt;Rp 1,8 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah mengekspor lintah kering, Midin tetap melayani para terapis lintah yang sudah menjadi langganannya. "Karena permintaan ini datang setiap hari," kata Midin. Lagipula, kalau dihitung-hitung, harga lintah segar untuk terapi ini lebih bagus daripada harga lintah kering ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memasok bahan mentah dan setengah jadi, Midin pun berniat memproduksi produk turunan lintah. Saat ini, produk-produk turunan lintah Midin sedang dalam proses sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak November 2010 lalu Midin sudah tidak sendirian memasok lintah untuk berbagai kebutuhan dari peternakan sendiri. Ia mengajak puluhan petani untuk bermitra dengannya. Ia pun memberi pelatihan. Kini, para petani sudah memasok lintah secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kekurangan pasokan, Midin Muhidin tak lantas kekurangan akal. Lahan miliknya yang terbatas membuat ia membuka peluang kerja sama bagi pembudidaya lintah dari daerah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemitraan ini mulai November 2010. Awalnya, Midin menggelar seminar dan pelatihan dua hari tentang budidaya lintah. Ternyata, peminatnya banyak. Namun, ia hati-hati memilih mitra. "Saya membatasi 50 orang saja," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midin mensyaratkan mitra yang kemudian disebut sebagai mitra Enha harus memiliki lahan minimal 50 meter persegi. "Kalau di daerah kan masih banyak lahan kosong," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan lain Midin berkongsi dengan mitra di daerah adalah untuk mendapat hasil yang maksimal. Sebab, lintah perlu suasana yang sunyi dan minim gangguan. Cuaca di pinggiran Jakarta yang penuh polusi, misalnya, sudah tidak cocok lagi untuk tempat hidup dan berkembang lintah. "Lintah kan tidak bisa hidup di air berkaporit," imbuhnya. Air tempat hidup si lintah haruslah air tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, Midin membudidayakan lintah di kolam-kolam dan bak buatan. Tetapi, binatang pengisap darah ini juga bisa dikembangbiakkan di dalam kolam kanvas dan polytank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, kolam-kolam ini harus diisi tanah, bebatuan, dan tanaman seperti eceng gondok agar si lintah betah. Lintah juga harus dijauhkan dari polutan, seperti tembakau, cat, tiner, garam, dan alkohol. Polutan-polutan ini bisa mengakibatkan lintah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, 50 petani lintah yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, Bali, Lombok, dan Papua sudah menjadi mitra Enha. Midin bilang, sistem kerjasama yang ditawarkannya sangat menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitra Enha wajib memasok lintah yang dalam tiga bulan pertama tidak ditentukan jumlah minimalnya. Midin akan membeli lintah-lintah itu seharga Rp 3.000 per ekor dikurangi biaya 30%. "Setiap lintah saya beli dengan harga Rp 2.100," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemitraan ini, Midin tak lagi kesulitan mencari pasokan lantaran para mitra rata-rata mengirim 5.000 lintah per bulan. Omzet mitra Enha sekitar Rp 10 juta sebulan. Sementara, Midin bisa mengumpulkan 500.000 lintah dari pelbagai sumber. Ia mengatakan, saat ini, pasokan lintah dari para mitra sekitar tiga perempat dari total produksi Enha Farm setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama dengan para mitra ini tak berhenti sampai di situ saja. Setelah lewat waktu percobaan tiga bulan kemitraan, Midin menetapkan target setoran lintah. Tujuannya, agar bisnis berjalan lebih stabil. Namun, hingga kini, ia belum menentukan jumlah minimal setoran lintah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses dengan kemitraan tahap pertama, Midin berniat kembali membuka pendaftaran untuk kerjasama dengan mitra Enha baru. "Mungkin dalam waktu dua tiga bulan ke depan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemitraan baru ini sangat penting. Soalnya, meski pasokan lintah makin bertambah, permintaan lintah kering untuk pelbagai pasar masih besar. Kalau kapasitas produksinya bertambah, ia bakal bisa memenuhi pesanan industri kosmetik di China dan Korea Selatan. "Saat ini, terutama China sedang gencar-gencarnya mengembangkan produk turunan lintah untuk kecantikan," imbuh Midin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, potensi pasar lintah kering di Negeri Tembok Raksasa mencapai enam ton per bulan. Namun, kalau tidak bisa memenuhi permintaan secara kontinyu, ia tidak bisa mengekspor lintah kering ke China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berkongsi dengan mitra, Midin juga akan menambah produksi lintah dengan menambah lahan milik sendiri. Ia mengincar lahan seluas 12 hektare di Sukabumi. Namun, dia masih terkendala masalah dana. "Usaha lintah kan termasuk usaha yang aneh, jadi kami sulit mencari pendanaan," katanya yang masih mengandalkan modal sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1297406629/58777/Midin-Muhidin-juragan-lintah-beromzet-jutaan-rupiah-1&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-488676276957772608?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/488676276957772608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/midin-muhidin-juragan-lintah-beromzet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/488676276957772608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/488676276957772608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/midin-muhidin-juragan-lintah-beromzet.html' title='Midin Muhidin, juragan lintah beromzet jutaan rupiah'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uCGgXFzC5Ws/TYAy6wEPZmI/AAAAAAAAAU4/iGS68GAkApk/s72-c/Midin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-8449162967526093930</id><published>2011-03-15T20:37:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T20:41:53.398-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Business'/><title type='text'>GREEN BUSINESS SABUN HERBAL</title><content type='html'>GREEN BUSINESS SABUN HERBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melirik sabun herbal yang ramah lingkungan&lt;br /&gt;Dewasa ini, semakin banyak orang yang mulai peduli dengan kelestarian lingkungan. Henie Z.R. dan Hendricus Ledu Gere, misalnya. Kedua membuat sabun mandi dari bahan-bahan alami yang ramah terhadap alam. Sebab, sumber pencemaran juga berasal dari limbah sabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, rumah tangga juga berpotensi menyumbang pencemaran terhadap lingkungan. Tengok saja, ketika mandi, sabun yang kita pakai umumnya mengandung banyak senyawa kimia, seperti petroleum, synthetic chemical, dan chemicals harmful, yang dapat merusak lingkungan sekitar.Sabun mandi biasanya juga mengandung sodium lauryl sulfate (SLS), yang sering digunakan sebagai bahan pembuat detergen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari fakta ini, Henie ZR kemudian mengembangkan sabun mandi yang ramah lingkungan dan aman untuk tubuh. Hanya bahan natrium hidroksida (NaOH) yang tetap dipakai untuk mengubah minyak tumbuhan menjadi sabun sehingga tidak membahayakan lingkungan. Perempuan yang sudah dua tahun menggeluti usaha pembuatan sabun mandi ramah lingkungan dengan nama Java Natural Soap ini membuat sabun pembersih badan ini dengan bahan-bahan alami. Contoh, minyak kelapa, minyak sawit, minyak zaitun, minyak castor atau jarak, dan dedak beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat dan fungsi dari bahan-bahan alami tersebuth, minyak kelapa untuk menghasilkan busa dan melembabkan kulit. Lalu, minyak sawit untuk mengeraskan dan mengawetkan sabun, sedang minyak zaitun buat menghaluskan dan melembabkan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, minyak castor untuk menghasilkan busa sabun mandi yang lebih lembut sekaligus memberikan nutrisi untuk kulit. Sementara, dedak beras atau rice brand untuk pelembab dan penghalus kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali produksi, Henie yang tinggal di Jakarta bisa menghasilkan kurang lebih 80 batang sabun mandi ramah lingkungan. Tiap batang sabun berukuran 5x8 sentimeter (cm), dengan ketebalan 2,5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henie membagi sabun buatannya menjadi dua jenis, yakni sabun natural biasa dan sabun natural untuk kulit sensitif atawa castile soap. "Untuk jenis sabun natural biasa, komposisi yang dibutuhkan untuk pembuatan sabun adalah, 40% minyak sawit, 20% minyak zaitun, 15% minyak kelapa, 5% minyak castor, dan 20% dedak beras," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun, untuk pembuatan sabun natural untuk kulit sensitif, Henie menjelaskan, komposisi bahan bakunya yaitu, 80% minyak zaitun, 10% minyak kelapa, serta 10% minyak kelapa sawit. Dari sabun yang ia buat, Henie menambahkan beberapa bahan yang digunakan sebagai penambah aroma, semisal jeruk, vanila, dan jahe. Setidaknya, ada 10 varian sabun made ini Henie, antara lain ginger orange, vanilla oatmeal, dan fresh orange soap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga cukup mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk harga, Henie memasang harga Rp 15.000 untuk sabun natural biasa dengan ukuran 100 gram, dan Rp 15.000 untuk castile soap berukuran yang sama. Dalam sehari ia bisa menjual 10 sampai 20 batang sabun dengan omzet Rp 150.000, atau per bulan mencapai Rp 4,5 juta - Rp 5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, Henie masih mengandalkan penjualan melalui dunia maya. Itu sebabnya, pasar sabun mandi ramah lingkungannya menyebar dari Jakarta ke Sumatra, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Tapi, ia mengklaim, umur sabun mandi produksinya bisa bertahan sampai dengan satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain lainnya, Hendricus Ledu Gere, pemilik Kesambi Bali di Renon, Denpasar, Bali. Awalnya, ia pernah bekerja di sebuah pabrik sabun. Setelah keluar, dia pun mencoba membuat sabun mandi tanpa bahan kimia, sehingga baik untuk tubuh karena tidak menyebabkan kulit kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hendricus, dirinya tidak menggunakan bahan-bahan yang sukar terurai. "Dalam sabun biasa, terdapat surface active agent (surfactan) yang tidak mudah terurai," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sabun mandi bikinannya memakai bahan baku biodegradable. Sama seperti Henie, ia menggunakan minyak tumbuhan, seperti minyak sawit, minyak kelapa, minyak kedelai, dan minyak jarak. "Terserah konsumen mau menggunakan minyak yang mana," ujar Hendricus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pewarnaan sabun mandi, Hendricus menggunakan kunyit untuk warna kuning, serta vanili atau serbuk kayu manis dan cendana untuk warna kecokelatan. Untuk aroma, dia memanfaatkan essential oil atau fragrance oil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dengan Henie, Hendricus hanya melayani permintaan dalam jumlah besar. Ia melego sabun mandi ramah lingkungan buatannya seharga Rp 5.000 untuk ukuran 50 gram, dengan minimal pemesanan 100 batang untuk satu aroma. Lalu, sabun ukuran 100 gram, harga jualnya sebesar Rp 10.000 dengan pesanan minimal sebanyak 50 batang untuk satu aroma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendricus mengaku, dirinya hanya memproduksi sabun kalau ada pesanan yang datang, jadi ia tidak menjual secara bebas. Dia punya alasan: usahanya belum berbadan usaha. Kebanyakan konsumennya adalah penjual sabun, sehingga Hendricus memberi label sabun buatannya dengan merek mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap bulan, dari bisnis ini, Hendricus dapat memperoleh pendapatan sekitar Rp 1 juta. Masalah utama yang ia hadapi adalah, dia mengerjakan segala sesuatunya, mulai dari pencetakan hingga finishing, seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, proses pembuatannya tergolong lama. Untuk proses pencetakan dan pemotongan sabun memang hanya butuh tempo satu hari hari saja. Namun, untuk proses pengeringan sabun agar natrium hidroksida sempurna bercampur dengan minyak tumbuh-tumbuhan dapat memakan waktu dua sampai tiga minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/60976/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-8449162967526093930?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/8449162967526093930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/green-business-sabun-herbal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/8449162967526093930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/8449162967526093930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2011/03/green-business-sabun-herbal.html' title='GREEN BUSINESS SABUN HERBAL'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-8733210702349103616</id><published>2010-10-22T19:01:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T19:07:35.371-07:00</updated><title type='text'>Lapak Pasar Modern Cinere</title><content type='html'>Akhirnya kesampaian juga untuk membeli asset berupa lapak di Pasar Modern Cinere. Rencana akan dibangun tahun 2011 dan selesai tahun 2012. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapak ini dengan ukuran kurang lebih 3 x 3 nantinya akan menjadi basis bagi LKM yang akan kami bentuk. Sekarang ini kami sedang dalam penyusunan business model dari LKM Radha Investama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, kami belum menentukan apakah akan registrasi sebagai BPR atau KSP. Kemungkinan nomor dua lebih banyak, karena sembari kami belajar terlebih dahulu bagiamana mengelola sebuah LKM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doakan saja agar di 2011 izin sudah bisa keluar dan kami bisa memulai kegiatan kami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-8733210702349103616?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/8733210702349103616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2010/10/lapak-pasar-modern-cinere.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/8733210702349103616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/8733210702349103616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2010/10/lapak-pasar-modern-cinere.html' title='Lapak Pasar Modern Cinere'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-2808453873391228508</id><published>2010-06-01T09:12:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T09:19:59.029-07:00</updated><title type='text'>Antara Bos vs Pengusaha</title><content type='html'>Sering kita bertanya. Apa sih beda pengusaha dengan bos di suatu perusahaan? Selain status, tentu saja hal ini berbeda. Saya cuma ingin menyampaikan dalam tulisan singkat ini bahwa ada kualitas leadership yang berbeda antara menjadi bos bagi diri sendiri (dan usaha sendiri) dan bos karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kendala yang sering muncul adalah bos karyawan seringkali tidak memiliki skill intrapreneurship. Yang ia cari sebagai pejuang karir tentu saja karir yang lebih tinggi. Hanya disitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bos karyawan selalu berkutat dengan data dan masalah profit/loss. Mereka pikir, dengan memikirkan perusahaan secara strategic mereka sudah memiliki ilmu sebagai pengusaha kelas kakap. Ini sedikit keliru! Pengusaha yang notabene adalah pedagang memang memikirkan untung rugi, tapi yang mereka cari adalah peluang atau kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, politik bos karyawan dan pengusaha juga berbeda. Bos karyawan selalu mencari kesempatan untuk tampil beda dan menonjol, berusaha bersosialisasi. Network menjadi kata kunci. Menjadi pengusaha, yang menjadi pikiran politisnya adalah sinergy antara beberapa resource yang dia kelola berjalan atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dari tiga hal parameter ini, Anda bisa melihat, apakah Anda lebih ingin jadi bos atau pengusaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-2808453873391228508?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/2808453873391228508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2010/06/antara-bos-vs-pengusaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/2808453873391228508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/2808453873391228508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2010/06/antara-bos-vs-pengusaha.html' title='Antara Bos vs Pengusaha'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-646886480125476477</id><published>2010-03-28T09:22:00.001-07:00</published><updated>2011-03-09T20:03:30.226-08:00</updated><title type='text'>Project LKM (Lembaga Keua</title><content type='html'>&lt;h6&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Rekan2 PIYE..walau jarang update, sekarang ini saya sedang persiapkan untuk membentuk LKM (Lembaga Keuangan Mikro) yang pastinya adalah bergerak di bidang micro credit/financing dan micro saving. Memang masih dalam wacana, tapi di Indonesia, masih sedikit LKM yang ada dan hanya menjangkau tempat2 tertentu saja...itupun berupa program community development dari beberapa perusahaan yang peduli dengan &amp;quot;poverty&amp;quot;.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Saya dari dulu terinspirasi dengan bagaimana mewujudkan pemerataan pendapatan, keadilan ekonomi dan penumpasan kemiskinan. Ini adalah salah satu dari minor set back yang harus dihilangkan untuk mweujudkan Indonesia maju. Salah satu inspirasi saya adalah Grameen Bank.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.grameenfoundation.org/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.grameenfoundation.org/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.grameen-info.org/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.grameen-info.org/&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h6&gt;Di Indonesia sendiri, memang LKM sudah ada, tidak bisa dibilang banyak, dan masih jauh dari yang dibutuhkan. Banyak artikel, riset, buku dan pada prakteknya dapat ditemukan LKM berbentuk koperasi (karena memang belum ada UU yang mengatur, sementara LKM bukanlah BPR) justru hal ini mempermudah dan sesuai dengan azas ekoonomi Indonesia, yakni koperasi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Membangun LKM sendiri bukan pekerjaan mudah, membutuhkan banyak effort tidak hanya secara material namun juga konsistensi dan kontribusi dari berbagai pihak. Inilah yang membuat saya sering kehabisan waktu akhir2 ini karena menemukan rekan untuk mendirikan koperasi tidaklah gampang.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Secara material, modal awal LKM sendiri membutuhkan kurang lebih Rp 300-500 juta, ini bukanlah jumlah yang sedikit untuk ukuran Koperasi Simpan Pinjam.Masih membutuhkan peran serta investor baik individual atau institusi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sebagai Strategic Advisor, saya memiliki cukup akses kepada para petinggi dan investor, namun sekarang ini yang menjadi kendala adalah waktu yang saya butuhkan untuk mempersiapkan proposal dan presentasi. Bagaimanapun juga, walau misalkan ada dana dari investor yang dianggap sebagai hibah, tetap perlu dipertanggung jawabkan. Business plan dan rencana kerja koperasi ini sendiri juga belum saya matangkan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Beberapa minggu ini, saya hanya sempat mutar sana-sini untuk mencari tahu lebih banyak bagaimana LKM ini dan bagaimana prospeknya serta yang paling penting adalah mempersiapkan productnya apa dan bagaimana operasinya di kemudian hari.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Doakan saja agar rencana ini bisa berhasil dan salah satu target PIYE adalah membangun satu LKM yang produktif dan dapat memberi kontribusi bagi masyarakat secara financial aid di 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saya ada sedikit waktu luang untuk menulis lebih banyak lagi ide dan progress dari Project LKM PIYE ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi teman2 yang ingin bergabung atau membantu Project LKM ini dari segi apapun, silahkan, saya sangat berterima kasih. Silahkan email ke &lt;a href="mailto:piye.lkm@gmail.com"&gt;piye.lkm@gmail.com&lt;/a&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;salam.&lt;br clear="all"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-646886480125476477?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/646886480125476477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2010/03/project-lkm-lembaga-keua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/646886480125476477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/646886480125476477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2010/03/project-lkm-lembaga-keua.html' title='Project LKM (Lembaga Keua'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-6395700188690431063</id><published>2010-03-23T02:58:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T03:00:43.703-07:00</updated><title type='text'>RX 420 &amp; CN 235 MV</title><content type='html'> &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;RX 420 adalah nama roket yang pada waktu lalu sempat dites/luncurkan oleh Lapan. &lt;/font&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. &lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;Sementara, CN 235 MV adalah nama pesawat produksi dalam negeri yang dibuat versi militernya.Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;Nah, sudah clear kan? Bahwa anak bangsa pun mampu membuat benda2 canggih yang tidak kalah keren dengan senjata2 Amerika dan Eropa.&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;Memang ada kendala dari segi pemerintahan (apalagi yang korup) karena lebih ingin mengimpor dan tidak mendukung pengembangan teknologi dalam negeri. Ini yang menjadi musuh kita.&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;Seharusnya pemerintah kita sadar bahwa sudah saatnya kita bangkit secara teknologi dan industrial. Masalah utama dari para ilmuwan Indonesia adalah kurangnya daya saing, pengetahuan tentang ekonomi dan pemasaran dan terutama masalah pembiayaan. Dibutuhkan investor dan pengusaha yang berani dan percaya pada produk Indonesia. Saya gak ngomong batik dan tempe lho...ini saya ngomong rudal yang mana bisa kita gunakan demi telco industry, dsb dsb.&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;Bila ada teman2 kita, yang memang pintar dan punya kapasitas lebih, dukunglah. Kita wujudkan Indonesia yang melek teknologi dan riset, juga maju secara ekonomi. Dukung #goIndonesia!&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;img src=cid:_2_050C3F580436B3A40036D178472576EF&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-6395700188690431063?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/6395700188690431063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2010/03/rx-420-cn-235-mv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/6395700188690431063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/6395700188690431063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2010/03/rx-420-cn-235-mv.html' title='RX 420 &amp; CN 235 MV'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-4386261791453137799</id><published>2009-10-09T18:01:00.001-07:00</published><updated>2009-10-09T18:02:00.018-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>  &lt;ul class="loudtwitter"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;14:58&lt;/em&gt; bagi teman2 followers pengusaha, silahkan bergabung dengan PIYE - Project Indonesia Young Entrepreneur di group Facebook. Salam. &lt;a href="http://twitter.com/pengusaha/statuses/4729748191"&gt;#&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;em&gt;15:02&lt;/em&gt; Group di FB &lt;a href="http://bit.ly/9I1jD,"&gt;bit.ly/9I1jD,&lt;/a&gt; selamat bergabung. &lt;a href="http://twitter.com/pengusaha/statuses/4729792742"&gt;#&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Automatically shipped by &lt;a href="http://www.loudtwitter.com"&gt;LoudTwitter&lt;/a&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-4386261791453137799?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/4386261791453137799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/10/1458-bagi-teman2-followers-pengusaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/4386261791453137799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/4386261791453137799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/10/1458-bagi-teman2-followers-pengusaha.html' title=''/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-1194284592916834797</id><published>2009-10-01T18:02:00.001-07:00</published><updated>2009-10-01T18:02:33.272-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>  &lt;ul class="loudtwitter"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;21:12&lt;/em&gt; telah mengganti twitter profile pic menjadi lebih representative dengan menggunakan logo PIYE &lt;a href="http://twitter.com/pengusaha/statuses/4525341084"&gt;#&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;em&gt;21:13&lt;/em&gt; sekali lagi, terima kasih kepada @yonaa atas ide dan bantuannya dalam membuatkan logo PIYE. salam sukses. &lt;a href="http://twitter.com/pengusaha/statuses/4525363357"&gt;#&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Automatically shipped by &lt;a href="http://www.loudtwitter.com"&gt;LoudTwitter&lt;/a&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-1194284592916834797?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/1194284592916834797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/10/2112-telah-mengganti-twitter-profile.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/1194284592916834797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/1194284592916834797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/10/2112-telah-mengganti-twitter-profile.html' title=''/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-2384134162502748201</id><published>2009-09-30T19:40:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T19:42:07.043-07:00</updated><title type='text'>Pertemuan PIYE 1</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SsQW_4XZgwI/AAAAAAAAAS4/Ttp6vi5mw-Y/s1600-h/piye+2-727044.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SsQW_4XZgwI/AAAAAAAAAS4/Ttp6vi5mw-Y/s320/piye+2-727044.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387456340960051970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SsQXAOnHiVI/AAAAAAAAATA/CbYv7UsfpRM/s1600-h/piye1-728575.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SsQXAOnHiVI/AAAAAAAAATA/CbYv7UsfpRM/s320/piye1-728575.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387456346931562834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;Kemarin malam, pembahasan PIYE berlangsung cukup padat dan singat, di Death by Chocolate cafe di Pondok Indah Mall 2, dihadiri oleh Saya, Bpk Lucky Ismal dan Bpk Mario &amp;amp; Yusuf Danadibrata (PT. Global Artha Bersama). Kami membahas garis besar PIYE dan bagaimana pengembangan PIYE di kemudian hari. &lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;&lt;b&gt;Point yang paling ditekankan dalam operasi dan dasar pembentukan PIYE adalah:&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;(1) tidak ada diskriminasi dalam keanggotaan juga aktivitas&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;(2) PIYE fokus kepada strategi pengembangan dan bantuan financing kepada anggota.&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;(3) networking dan product/services promotion sesama anggota&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;(4) liason/ agency to government&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;(5) international opportunity&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;Kelima hal ini dibahas walau memang tidak terlalu dalam karena adanya keterbatasan waktu. Tapi sudah ditetapkan agar 5 points ini menjadi fokus utama dari kegiatan dan advantage menjadi member PIYE.&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;Terlampir adalah foto meeting.&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-2384134162502748201?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/2384134162502748201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/pertemuan-piye-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/2384134162502748201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/2384134162502748201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/pertemuan-piye-1.html' title='Pertemuan PIYE 1'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SsQW_4XZgwI/AAAAAAAAAS4/Ttp6vi5mw-Y/s72-c/piye+2-727044.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-2946236612291078523</id><published>2009-09-29T18:02:00.001-07:00</published><updated>2009-09-29T18:02:38.739-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>  &lt;ul class="loudtwitter"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;15:22&lt;/em&gt; Menjadi pengusaha itu memang tidak gampang,kudu badan sehat,rajin olahraga n minum vitamin. &lt;a href="http://myloc.me/P130"&gt;myloc.me/P130&lt;/a&gt; &lt;a href="http://twitter.com/pengusaha/statuses/4465775233"&gt;#&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Automatically shipped by &lt;a href="http://www.loudtwitter.com"&gt;LoudTwitter&lt;/a&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-2946236612291078523?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/2946236612291078523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/1522-menjadi-pengusaha-itu-memang-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/2946236612291078523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/2946236612291078523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/1522-menjadi-pengusaha-itu-memang-tidak.html' title=''/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-6979763803602563763</id><published>2009-09-27T21:30:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T21:31:53.466-07:00</updated><title type='text'>Artikel PIYE</title><content type='html'> &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;Saya terpikir agar PIYE dilengkapi dengan artikel2 yang berkaitan dengan pengusaha muda. Benar juga! Tapi kembali saya pertimbangkan, bahwa sudah banyak buku yang bercerita dan berisi motivasi juga tips trik agar menjadi pengusaha yang sukses. Memang tidak ada salahnya menulis atau rewrite artikel2 penting, toh memang PIYE bertujuan untuk melengkapi member dengan informasi, tapi saya pikir, ini kurang &amp;quot;greng&amp;quot;. &lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;Saya lebih terpikir, bagaimana jika member PIYE diwajibkan untuk menuliskan informasi atau artikel mengenai dirinya atau sepak terjangnya dalam berusaha menjadi pengusaha sukses. Semacam profile atau success story secara nyata sehingga ilmu dalam artikel dapat diserap secara maksimal oleh pembaca.&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;Tidak semua pengusaha jago menulis, tapi paling tidak bisa menulis. Tentu saja bisa dibantu dalam menuliskan. Mungkin satu halaman adalah wajib, diatas satu halaman ya monggo saja. Selain artikel yang lebih &amp;quot;live&amp;quot;, konsep ini tentu akan lebih mendekatkan sesama member, karena dapat saling mengenal satu sama lain.&lt;/font&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;font size=2 face="sans-serif"&gt;Sudah ada beberapa teman yang saya pikir bisa diharapkan untuk berkontribusi. Semoga dalam waktu dekat sudah bisa saya tampilkan.&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-6979763803602563763?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/6979763803602563763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/artikel-piye.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/6979763803602563763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/6979763803602563763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/artikel-piye.html' title='Artikel PIYE'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-3953950438442623778</id><published>2009-09-25T18:00:00.001-07:00</published><updated>2009-09-25T18:00:11.552-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>  &lt;ul class="loudtwitter"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;17:52&lt;/em&gt; Currently updating PIYE blog at plaza senayan. &lt;a href="http://myloc.me/LI4D"&gt;myloc.me/LI4D&lt;/a&gt; &lt;a href="http://twitter.com/pengusaha/statuses/4365788095"&gt;#&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Automatically shipped by &lt;a href="http://www.loudtwitter.com"&gt;LoudTwitter&lt;/a&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-3953950438442623778?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/3953950438442623778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/1752-currently-updating-piye-blog-at.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/3953950438442623778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/3953950438442623778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/1752-currently-updating-piye-blog-at.html' title=''/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-5181827194830320035</id><published>2009-09-25T03:32:00.001-07:00</published><updated>2009-09-25T03:32:37.149-07:00</updated><title type='text'>Menyuarakan PIYE</title><content type='html'>Selama liburan Lebaran ini,selain membuat logo PIYE, saya jg sempat berkeliling (sambil silaturahmi) bertemu dengan teman2 pengusaha muda untuk menyuarakan konsep dan menggalang perhatian mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ternyata,banyak yang tertarik dan ingin berpartisipasi entah sebagai member dan pengurus. Ini merupakan langkah yang baik. Bahkan tidak sedikit saya mendapat masukan tentang skema dan operasional organisasi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kebetulan sekali,ada kawan dari Surabaya,bpk Kresna WEP,salah satu pengusaha muda yg bergerak di bidang ads n kontraktor mendukung perluasan dan aktivitas real dari PIYE.&lt;br&gt;&lt;br&gt;sekarang ini saya sedang menunggu teman pengusaha yg bergerak di Oman di starbuck PS, saya pikir,tidak ada salahnya tman2 membaca kiprah pembentukan PIYE. Yang mana saya rasa ini akan menjadi dokumentasi sejarah yg menarik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagi tman2 yg sudah tergabung dengan PIYE,tidak ada salahnya turut menyuarakan,sehingga keluarga PIYE menjadi lebih besar.&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-5181827194830320035?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/5181827194830320035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/menyuarakan-piye.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/5181827194830320035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/5181827194830320035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/menyuarakan-piye.html' title='Menyuarakan PIYE'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-4260775246498802732</id><published>2009-09-24T10:40:00.001-07:00</published><updated>2009-09-24T10:40:50.293-07:00</updated><title type='text'>define the title you want</title><content type='html'>This is the TEST shipment you asked for &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;ul class="loudtwitter"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;17:15&lt;/em&gt; akhirnya logo PIYE jadi juga, monggo dilihat di group FB ato projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com &lt;a href="http://twitter.com/pengusaha/statuses/4075915159"&gt;#&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;em&gt;16:55&lt;/em&gt; learning using tweetdeck...hm.... &lt;a href="http://twitter.com/pengusaha/statuses/4075698570"&gt;#&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;em&gt;19:34&lt;/em&gt; Telah lahir,PIYE. Please visit projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com, still rough but better than nothing. &lt;a href="http://myloc.me/AG0n"&gt;myloc.me/AG0n&lt;/a&gt; &lt;a href="http://twitter.com/pengusaha/statuses/3886280618"&gt;#&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;em&gt;16:35&lt;/em&gt; Jual alat berat Doosan &amp;amp; Shantui bagi yg membutuhkan di industi coal mining &amp;amp; CPO &lt;a href="http://myloc.me/zYZJ"&gt;myloc.me/zYZJ&lt;/a&gt; &lt;a href="http://twitter.com/pengusaha/statuses/3860200767"&gt;#&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Automatically shipped by &lt;a href="http://www.loudtwitter.com"&gt;LoudTwitter&lt;/a&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-4260775246498802732?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/4260775246498802732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/define-title-you-want.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/4260775246498802732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/4260775246498802732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/define-title-you-want.html' title='define the title you want'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-748470702665266264</id><published>2009-09-18T01:51:00.001-07:00</published><updated>2009-09-18T01:55:23.240-07:00</updated><title type='text'>Pembuatan Logo PIYE</title><content type='html'>Hari ini, libur pertama Lebaran 09, bersama Yona merumuskan dan membuat logo PIYE. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Awalnya saya ingin menggunakan simbol garuda dan tunas, tapi menurut teman2 setelah saya konsultasikan, akan mengarah kepada simbol Pramuka. Mengingat Yona adalah salah satu member aktif Indonesia Unite dan PIYE merupakan gerakan/aksi nyata dari perjuangan pemuda-pemudi Indonesia dalam bidang ekonomi maka saya memutuskan untuk menggunakan siluet dari Garuda dalam perisai dengan warna merah-putih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak perlu menjelaskan arti dan makna lebih lanjut dari simbol PIYE ini karena sudah umum sekali.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-748470702665266264?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/748470702665266264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/pembuatan-logo-piye.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/748470702665266264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/748470702665266264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/pembuatan-logo-piye.html' title='Pembuatan Logo PIYE'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7694266997272908312.post-1904637996610910750</id><published>2009-09-10T04:03:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T04:38:25.206-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='From Founder'/><title type='text'>PIYE lahir</title><content type='html'>Sebetulnya sudah lama saya ingin mengemban proyek ini.Biasa,berhubung minimnya waktu jadi molor.mungkin sekarang adalah waktu yang pas untuk memulai proyek idealis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konseptual, Project Indonesia Young Entrepreneur (PIYE) adalah proyek development,training/coaching,sharing/learning,networking &amp; financing bagi kaum wirausaha muda umur 15-35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendiri dan pelopor,saya ingin mengajak teman2 pemuda untuk mengembangkan minat,bakat dan kesempatan untuk tumbuh menjadi pengusaha muda sukses yang nantinya memberikan berkat penyaluran bagi bangsa dan saudara2 kita yg lebih membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang pengusaha di usia muda memang tidak mudah.Tapi merupakan idaman bagi seluruh muda-mudi untuk menjadi pengusaha kelas dunia yang idealis,enerjik dan kreatif. Diharapkan PIYE dapat menjadi wadah dimana temane dpt mewujudkan mimpi dan terus berkreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fakta, melihat lingkup Indonesia saja,jumlah lulusan mahasiswa melebihi jumlah job opening dari perusahaan/institusi.Orang bilang jaman sekarang susah cari kerja.Paradigma dan mindset ini yang ingin saya ubah. PIYE menginginkan agar Anda tidak mencari kerja tapijustru memberi pekerjaan bagi orang lain. Uang,kesuksesan,pengalaman,network dan modal tidak selalu diperoleh dari perusahaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yg tenga bekerja sebagai karyawan entry-med level juga pasti merasakan kejenuhan dan ada mimpi dimana tidak ingin menjadi orang gajian seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kendala dalam mewujudkan mimpi2 Anda menjadi pengusaha muda,antara lain: modal, keberanian dan kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PIYE diharapkan dapat hadir untuk memecahkan masalah2 dalam proses menjadi young entrepreneur dan mendorong agar semakin banyak pengusaha muda yang tumbuh di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum merumuskan "how to operate" PIYE, tapi saya ingin mulai terlebih dahulu dari diri saya dan rekan2 seperjuangan saya yg sudah sukses maupun tengah berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai debut PIYE dalam menarik banyak partisipan adalah menggunakan sarana blog ini, milis dan mungkin Group di FB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan coba memproses website secepat mungkin,asalkan member PIYE sudah mencapai 1000 orang minimum dan tersebar di 3 kota. Dan agar program PIYE berjalan dengan baik,saya tidak akan mengakomodir "jual-beli", MLM, iklan corporate, dan segala hal yg tidak berhubungan dengan kemajuan wirausaha bagi member/partisipan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama PIYE adalah menggali potensi masing2 usaha,menciptakan iklim business network yg sehat dan terciptanya mutual cooperation antar partisipan. Mungkin saja dalam perjalanannya akan terbentuk Yayasan PIYE atau Koperasi bagi benefit member.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar iklim networking yg baik dan aman tercipta,saya melihat perlunya keseriusan dan limitasi bagi partisipan. Misalnya member yg ingin tergabung dalam PIYE harus memiliki badan usaha yg sah secara hukum, mensubmit copy ID dan mengirimkan surat referensi. Mungkin bisa juga membayar uang iuran wajib tahunan yang jumlahnya sangat "basa-basi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kegiatan PIYE sendiri juga bisa bermacam2,yang saya pikirkan adalah diskusi santai sambil ngopi, seminar,training, klinik, dan juga menciptakan award. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin,dalam waktu 3 tahun mendatang PIYE sudah bisa menelorkan bibit pengusaha yang sukses.Dan saya pikir,dengan independensi tinggi, wacana PIYE berbeda dengan HIPMI.Tujuannya mungkin sama namum dikemas dan dijalankan dengan cara berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua diatas masih berupa wacana.Semoga proyek ini dapat saya jalankan bersama dengan teman2.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7694266997272908312-1904637996610910750?l=projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/feeds/1904637996610910750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/piye-lahir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/1904637996610910750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7694266997272908312/posts/default/1904637996610910750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://projectindonesiayoungentrepreneur.blogspot.com/2009/09/piye-lahir.html' title='PIYE lahir'/><author><name>Jere Jefferson</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jJDeBDyoi7Q/SeMB93bO6HI/AAAAAAAAASA/EbzKX2O5Xp4/S220/@orix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
